Love me not for how I may look, dress or deport myself. Love me neither for my history nor my present.
However, let the logos be my representation, if they can inspire, prick, empathise, sadden, cheer and tug at your entire being.
The love for one's logos outlives all that are philios, storge, eros and even agape.
From ashes come to ashes go, but great thoughts are immanent until all that is left becomes nothingness.
~ Clarissa Lee, 19 February 2006 (1150)Usah kasihkanku atas zahir bentangan dan tampilan diriku. Jangan jatuh cinta dengan susukku yang lampau mahupun yang kini.
Biar hantaran logos mewakili diriku, dengan butiran kata yang mungkin syahdu, membuai, menyedih, meriakan atau menjadi bisikan ilham dengan dan kepada kalbu-sensusmu.
Cinta kepada logos lebih sejati dari segala kasih yang bersifat keibuan, kesahabatan, keasyikan atau yang tidak tersyarat.
Dari debu hadir dan ke debu akan kembali, tetapi cetusan minda yang melewati keterhadan kemanusiaan tidak akan lapuk sehingga musnah segalanya yang merujuk kepada ketamadunan.
~ Clarissa Lee, 19 February 2006 (1205)